Berita
  • IPAS Institute Bantu Pemerintah Sosialisasikan Perlindungan HAKI
    Posting: 30-August-2012 03:21

    IPAS Institute - Bertempat di Restaurant Sindang Reret, Jakarta, IPAS Institute menggelar sosialisasi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual bagi Mahasiswa dengan tema "Dialog Interaktif Mahasiswa Peduli Hak Kekayaan Intelektual." Acara yang diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa, dosen dari 17 perguruan tinggi di Jakarta, dan juga kalangan profesional yang berkaitan dengan dunia hak kekayaan intelektual, baik sebagai pencipta, maupun kalangan yang berhubungan dengan karya-karya intelektual berlangsung sukses mengingat target audiens yang melebihi kapasitas yang disediakan.


    Salah satu tonggak penting kemajuan suatu negara adalah kemampuan dalam penguasaan teknologi dan karya-karya intelektual. Mengacu pada hal tersebut, upaya perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual sudah saatnya menjadi perhatian, kepentingan, dan kepedulian semua pihak agar tercipta kondisi yang kondusif bagi tumbuh berkembangnya kegiatan inovatif dan kreatif yang menjadi syarat batas dalam menumbuhkan kemampuan penerapan, pengembangan, dan penguasaan teknologi.

    Ditegakkannya hukum hak atas kekayaan intelektual harapannya dapat mendorong motivasi bagi semua pihak sesuai dengan bidang tugas dan profesinya masing-masing untuk tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang kreatif dan inovatif. Penghargaan yang sesuai berdasarkan dasar-dasar keadilan dari segi hukum dan sosio-ekonomik menjadi kekuatan penarik untuk menekuni bidang tugas dan profesi secara maksimal. Lebih jauh lagi, perlindungan hak kekayaan intelektual pada saatnya akan mampu menciptakan produktivitas kerja yang tinggi pada masyarakat.

    Atas dasar pemikiran itulah Risa Amrikasari, seorang Konsultan HKI, menggagas sebuah acara bertajuk ‘Dialog Interaktif - Mahasiswa Peduli Hak Kekayaan Intelektual’.

    Melalui kolaborasi antara IPAS Institute (Intellectual Property rights Advisory Services) yang diketuai oleh R. Dwiyanto Prihartono, SH dan DPC Permahi Jakarta, acara yang bertujuan mensosialisasikan pengetahuan di bidang Hak Kekayaan Intelektual secara cuma-cuma ini digelar pada tanggal 22 Oktober 2010. Tanggal ini dipilih bukan tanpa maksud, tetapi merupakan tanggal yang bertepatan dengan hari ulang tahun Risa Amrikasari. Pada tahun-tahun sebelumnya acara yang diselenggarakannya biasanya lomba menulis yang kemudian diterbitkan menjadi buku, tetapi khusus tahun ini dipilih kegiatan dengan variasi baru yang diharapkan membawa manfaat kepada lebih banyak orang.

    Ide acara ini juga tidak terlepas dari latar belakang pengetahuan hukum dan Hak Kekayaan Intelektual yang dipelajarinya selama ini, sehingga kesadaran hukum merupakan salah satu faktor penting yang perlu didorong. idealnya untuk mencapai kondisi yang kondusif bagi tumbuh berkembangnya kegiatan inovatif dan kreatif dalam skala nasional, segala lapisan masyarakat setidaknya memiliki informasi yang cukup untuk mengetahui bagaimana hukum mengatur tentang hak kekayaan intelektual. Di sisi lain disadari bahwa tentang hak kekayaan intelektual masih jauh dari populer bagi masyarakat awam, oleh karenanya masih perlu diselenggarakan dialog-dialog secara intensif antar masyarakat dan pakar.

    Dengan maksud tersebut, DR. Bambang Kesowo, SH, LL.M, telah diundang untuk menjadi pembicara dalam acara dialog interaktif ini. Beliau adalah seorang pakar Hak Kekayaan Intelektual yang juga perunding antara Pemerintah Indonesia dan organisasi dunia di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Ia juga sebagai perunding dalam Patent Law Treaty (WIPO/PBB) dan Wakil Ketua Delegasi RI dalam Konferensi Diplomatik I Den Haag (1990); Trademark Law Treaty (WIPO/PBB, 1995); masalah HAKI antara RI dan Departemen Perdagangan AS; persetujuan perlindungan hak cipta RI-Masyarakat Eropa/AS/Australia/Inggris; dan kerja sama HAKI APEC.

    Mengenai audiens, salah satu segmen yang dipandang penting dalam masyarakat adalah MAHASISWA, sebagai kader profesi di masa depan akan punya kepentingan baik untuk kepentingan melindungi karya intelektualnya sendiri juga sekaligus berfungsi untuk melakukan sosialisasi pengetahuan dan kampanye perlindungan hak kekayaan intelektual. Sementara itu disadari bahwa cukup banyak  mahasiswa yang belum cukup memahami dan mentaati peraturan di bidang hak kekayaan intelektual, serta belum betul-betul menyadari manfaat melindungi hak kekayaan intelektual. Forum dialog hukum apalagi spesifik tentang hak kekayaan intelektual juga masih amat terbatas, dampaknya peningkatan kesadaran ataupun pemahaman mahasiswa terhadap hak kekayaan intelektual belum dapat dikatakan memadai. Dengan demikian perlu ada inisiatif dan peran masyarakat untuk  meningkatkan pemahaman peraturan di bidang hak kekayaan intelektual, harapannya agar mahasiswa memiliki peningkatan pengetahuan terus-menerusdan mengenal lebih baik tentang perlindungan  hak kekayaan intelektual. Manfaat lebih lanjut adalah mahasiswa sebagai segmen masyarakat yang berpotensi besar sebagai generasi penerus harapan bangsa yang akan menghasilkan karya-karya yang mengandung unsur kekayaan intelektual juga mengerti cara untuk melindungi kekayaan intelektualnya. Terakhir, juga diharapkan mahasiswa akan dapat membantu melakukan sosialisasi dan mengembangkan sikap menghargai akan kreatifitas dan kekayaan intelektual dalam skala nasional dan internasional.

    Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi para peserta khususnya, dan bagi masyarakat pada umumnya.